
Dikutip dari salah satu media online https://pontianak.tribunnews.com bahwa kemungkinan besar awal Puasa Ramadhan 1445 H jatuh pada Hari Selasa 12 Maret 2024 dikarenakan posisi hilal pada saat pemantauan pada tanggal 29 Sya’ban 1445 H yaitu hari Ahad 10 Maret 2024 masih sangat kecil, sehingga bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.
Berikut narasi berita tersebut :
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan posisi hilal dengan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat sebagai tanda masuknya 1 Ramadhan 1445 H.
Untuk menetapkan jatuhnya awal Puasa 1 Ramadhan 1445 H, Kemenang akan mengumumkan hasil sidang isbat penentu Puasa 2024 pada 10 Maret 2024.
Sementara menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan perkiraan ketinggian hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1445 Hijriah.
Berdasarkan posisi hilal atau Bulan sabit penanda awal bulan Hijriah, terdapat kemungkinan awal puasa Ramadhan 2024 di Indonesia antara pemerintah dan Muhammadiyah akan berbeda.
Koordinator Bidang Tanda Waktu BMKG Himawan Widiyanto menjelaskan, keterlihatan hilal pada Minggu (10/3/2024), bertepatan dengan 29 Syakban 1445 H, masih sangat kecil.
“Dari peta ketinggian hilal dapat dilihat bahwa keterlihatan hilal pada tanggal 10 Maret 2024 sangat kecil sekali dikarenakan ketinggiannya masih di bawah nol derajat,” ujarnya, ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat 23 Februari 2024.
Prakiraan keterlihatan hilal awal Ramadhan 2024
Merujuk laporan yang disusun BMKG, ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 10 Maret 2024 berkisar antara minus 0,33 derajat di Jayapura, Papua sampai 0,87 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.
Tinggi hilal merupakan besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di horizon atau ufuk. Jika tandanya positif, berarti hilal berada di atas horizon saat Matahari terbenam.
Sementara itu, elongasi hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 10 Maret 2024 berkisar antara 1,64 derajat di Denpasar, Bali sampai 2,08 derajat di Jayapura.
Elongasi adalah jarak sudut antara pusat piringan Bulan dengan pusat piringan Matahari yang diamati oleh pengamat di permukaan Bumi.
Tinggi dan elongasi tersebut, menurut Himawan, belum memenuhi kriteria baru sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
“Sangat tidak memenuhi. Kriteria MABIMS yang baru, ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” jelas Himawan.
Hari berikutnya, pada Senin (11/3/2024), ketinggian dan elongasi hilal sudah memenuhi kriteria baru MABIMS.
Saat Matahari terbenam pada 11 Maret 2024, ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 10,75 derajat di Merauke, Papua Selatan sampai 13,62 derajat di Sabang, Aceh.
Adapun elongasinya, berkisar antara 13,24 derajat di Jayapura hingga 14,95 derajat di Banda Aceh, Aceh.
“Jika dilihat dari peta ketinggian hilal dan kriteria MABIMS yang baru, maka pemerintah akan menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1445 H pada tanggal 12 Maret 2024,” tutur Himawan.
“Kita tunggu keputusan dari lembaga yang berhak memutuskan kapan tanggal 1 Ramadhan, yaitu dari Kementerian Agama Republik Indonesia,” imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Sah! Posisi Hilal 1 Ramadhan 2024 Ditetapkan Minimal 3 Derajat, Awal Puasa 1445 H Hasil Sidang Isbat, https://pontianak.tribunnews.com/2024/02/27/sah-posisi-hilal-1-ramadhan-2024-ditetapkan-minimal-3-derajat-awal-puasa-1445-h-hasil-sidang-isbat.
| Luas Area | 220 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2004 |